Semacam bulan yang menunggu purnamanya
Hanya 1 kali dalam sekali perputaran
Hati ini bertahan berteduh harapan
Hingga kejelian semakin memudar
Membuat kesalahan di setiap sudut
Mulai menengah hingga puncak
Sebuah awal sebuah gambaran
Bintang pun enggan bersinar seterang-terangnya
Malu hati berkicau tak henti
Karena senyum mulai berganti
Daun mengambang di jaring yang tertinggal
Tetesan air hujan membuatnya segar
Aku senang dia masih berbentuk daun
Jika tlah menjadi ulat, maka dia yang memakan daun
Sungguh malam indah
Langit seperti ingin menampakkan keanggunannya
Melalui purnama yang hangat
Melalui bintang yang berebutan memancarkan kerlipan
Hingga malam menjadi sebenarnya malam
Dan aku membuat cerita baru
Tidak ada komentar:
Posting Komentar