Jumat, 28 Agustus 2015

Kicauan di tengah malam

Ketika rindu ini jatuh bak guguran hujan
Aku bahkan tak tau semilir ini hanya menggoda
Merayu tanpa tujuan
Sekedar membelai manis
Padahal aku sudah terbang
Tapi kenapa dia menghilang ?
Sudah kukejar
Tapi kenapa justru terbiar?
Senandung ini hanya terhenti disini
Karena pijar tak lagi terang
Jalan tak lagi berlanjut
Jarum telah tumpul
Asa telah direngguh sebuah ucapan
Hingga nanti,
Walau aku tak tau "nanti" itu kapan
Biarlah langit yang menemani
Walau berganti warna

Senin, 02 Maret 2015

Senandung Pagi




Sebuah cerita telah berkisah pagi ini
Mengawali bulan Maret berseri
Seolah semangat bergejolak tanpa henti
Suasana hati pun bak air yang menepi
Jika ini bukanlah sebuah janji
Mudah-mudahan ini harapan sejati
Tidak lagi daun yang hanya menopang sehari
Tapi tempat bersandar sampai mati

Jalan membeku di sekitaran
Dingin, licin, tapi berkilauan
Namun ajal tetap berintaian
Mengintip-intip cari kelemahan
Mungkin telah mati perasaan
Tapi akal terus mampu berjalan
Tetap berpegangan tangan
Agar hati terkokohkan

Musim semi layaknya senyuman
Bunga mengembang, kelopak bermekaran
Dari merah sampai kekuning-kuningan
Segala warna pun bertebaran
Angin mengelus perlahan
Mulai sedikit nyaman
Ketentraman berhinggapan
Dan ini lah aku yang sedang kesenangan