Sabtu, 29 Desember 2012

Awalan Sebuah Gambaran

Semacam bulan yang menunggu purnamanya
Hanya 1 kali dalam sekali perputaran
Hati ini bertahan berteduh harapan
Hingga kejelian semakin memudar
Membuat kesalahan di setiap sudut
Mulai menengah hingga puncak

Sebuah awal sebuah gambaran
Bintang pun enggan bersinar seterang-terangnya
Malu hati berkicau tak henti
Karena senyum mulai berganti

Daun mengambang di jaring yang tertinggal
Tetesan air hujan membuatnya segar
Aku senang dia masih berbentuk daun
Jika tlah menjadi ulat, maka dia yang memakan daun

Sungguh malam indah
Langit seperti ingin menampakkan keanggunannya
Melalui purnama yang hangat
Melalui bintang yang berebutan memancarkan kerlipan
Hingga malam menjadi sebenarnya malam
Dan aku membuat cerita baru

Kamis, 27 Desember 2012

Sedikit Perenungan

Sebuah cerita mungkin tak berarti apa-apa bagi yang membaca, karena hanya berpikir, itu "hanya" sebuah cerita saja. Namun jika itu terjadi pada dirinya, maka itu akan menjadi sesuatu yang sangat berarti. Mungkin setiap orang mampu berlaku bijak tetapi jarang yang mampu bijak ketika dia mengalami hal yang sulit, karena masing-masing orang memiliki kemampuan mengendalikan emosi yang berbeda-beda. Begitu juga dengan aku. Aku adalah aku, bahkan terkadang aku sangat mengenal aku. Tetapi, terkadang juga aku sangat tidak mengenal siapa aku. Siapa yang menyangka? Tak ada yang menyangka. Karena rahasia-Nya akan tetap menjadi rahasia-Nya. Walau orang mengatakan, yang mengerti dirinya adalah dirinya sendiri. Kenyataannya, masih banyak orang yang tidak tahu apa yang sebenarnya dia inginkan. So? Sebenarnya bagaimana? Tanyakan pada diri kawan-kawan semua . . . 

Ada yang mengatakan bahwa manusia itu tidak pernah puas karena manusia punya nafsu. Sebenarnya, siapa yang mengendalikan? Nafsu mengendalikan kita atau kita yang mengendalikan nafsu?. Ada yang mengatakan cinta itu buta, apakah iya? Lalu kenapa untuk menemukan cinta harus melihat fisik, bibit, bebet, dan bobot? Lalu bagaimana kita bisa mencintai-Nya jika kita sendiri tidak bisa melihat dan menafsirkan semua ciptaan-ciptaan-Nya? Sebenarnya yang buta itu cinta atau hati? jangan-jangan hati  pun tak mampu membedakan mana yang cinta atau mana yang nafsu? Coba renungkan kembali sahabatku . . . .

Ada yang mengatakan bahwa, penyesalan itu datangnya selalu belakangan. Tapi bagi ku, bersyukurlah yang selalu kita lakukan belakangan daripada penyesalan. Kenapa begitu? Coba teman-teman ingat-ingat. Dalam suatu kejadian yang ternyata di luar dugaan dengan memberikan hasil yang tidak menyenangkan karena setitik kesalahan, maka pasti kalian akan menyesal kan? Di kemudian harinya, kalian menemukan sesuatu yang baru yang mampu memperbaiki semuanya atau bahkan lebih bagus dari sebelumnya. Baru kalian bersyukur karena kejadian sebelumnya telah memberikan jalan menuju keberhasilan kan? Pikirkanlah!

Teman-temanku semuanya, kita hanya butuh waktu beberapa menit saja untuk merenungkan satu kejadian yang pernah terjadi dalam hidup kita, yang selalu membuat kita bersyukur kepada Allah SWT.


Subhanallah wal Hamdulillah wa Laailaahaaillallaah Allaahu Akbar